Islam Berjaya di Bekas Uni Soviet
Islam Berjaya di Bekas Uni Soviet
Rusia,
ketika pertama kali mendengar nama negara yang satu ini, maka yang terbayangkan dalam benak kita
semua tentu tak jauh-jauh dari sebuah
negara penganut paham Komunis. Baru-baru ini saya membaca sebuah 1artikel
online di REPUBLIKA.CO.ID yang dipublikasikan Senin 15 April
2019. Dalam artikel tersebut menjelaskan bahwa Islam di Rusia adalah agama
terbesar kedua setelah Kristen Ortodoks, yakni sekitar 21 - 28 juta penduduk
atau 15 - 20 persen dari sekitar 142 juta penduduk. Sejumlah studi bahkan
memprediksikan populasi umat Muslim di Rusia akan terus meningkat hingga 30
persen dalam satu tahun saja. Sebuah kabar yang sangat luar biasa bagi saya,
karena setelah membaca artikel itu dapat dibayangkan tentang Rusia masa depan tidak
menutup kemungkinan menjadi negara Muslim terbesar di Eropa. Tentu kita tidak
akan merasa takjub jika populasi Islam tertinggi ada di wilayah timur tengah,
tapi membayangkan islam akan bersinar di Benua Eropa terlebih lagi di negara
yang dalam sejarah merupakan bapaknya paham Komunisme. Hal tersebut seakan menjadi
pertanda bahwa sejarah kejayaan Islam masa lalu di Cordoba Eropa Barat tinggal
menunggu waktu untuk kembali berjaya, di Rusia Eropa Timur.
Hal ini kemudian menjadi sangat menarik untuk dibahas, bagaimana Muslim
kemudian perlahan namun pasti akan segera berjaya? Di artikel yang sama, Dosen
Program Studi Rusia di Universitas Indonesia (UI), Ahmad Fahrurodji menjelaskan
mengapa Islam di Rusia akan terus tumbuh. Fahrurodji pernah kuliah di Lomonosov
Moscow State University dari 1997 sampai 2000. Selama tiga tahun itu, Fahruroji
telah mengamati perkembangan umat Islam di Rusia. Menurut beliau, umat Islam
Rusia yang memilih untuk melahirkan banyak anak akan berpengaruh pada populasi
umat Islam. Selain itu populasi umat Muslim Rusia kini mayoritas terdiri dari
para wanita Rusia yang muallaf dan para anak-anak muda. Fakta ini kemudian
semakin menguatkan prediksi bahwa di masa depan umat Muslim menjadi agama mayoritas
di Rusia bahkan tidak menutup kemungkinan bahwa umat Muslim kemudian akan
menduduki jabatan-jabatan penting di negara ini. Jika hal itu sudah benar-benar
terwujud maka sudah dapat dipastikan Islam akan benar-benar berjaya di daratan
Eropa.
Semua informasi dan pengetahuan baru yang saya dapatkan tersebut semakin
menambah semangat dan keinginan untuk segera menginjakkan kaki di Benua Eropa
khususnya di Rusia. Ingin rasanya mengamati langsung jejak-jejak perjuangan islam
di tanah ini setelah sebelumnya Islam sempat meredup saat Unisoviet meruntuhkan
Alexandria Tiga pada tahun 1922 dan melarang seluruh aktivitas beragama.
Menapaki langsung saksi bisu tempat-tempat syiar Islam di Rusia hingga membuatnya mampu bangkit
kembali. Oh, Membayangkannya saja benar-benar membuat hati ini berbunga-bunga.
Rusia
memiliki wilayah dengan mayoritas penduduknya memeluk agama Islam. Adalah Karzan, sebuah wilayah dengan penduduk Islam
terbesar di Rusia, sekitar 60% penduduknya beragama Islam dan sisanya beragama
Kristen Ortodoks. Uniknya, pada tayangan Muslim Travelers 2018 di ceritakan
bahwa masyarakat Kazan sudah mengenal Islam sejak abad ke 8 M, jauh sebelum
Islam masuk ke Indonesia. Hal unik inilah yang menambah ketertarikan saya untuk
mengunjungi Rusia dan jika semesta menghendaki ingin rasanya untuk menyapa
masyarakat Kazan, daerah yang siapa sangka sudah bersentuhan dengan Islam sejak
masa Khalifah Usman bin Affan.
Sebenarnya
ketertarikan tentang Benua Eropa sudah mulai tumbuh subur sejak mengenyam
pendidikan di bangku SMP. Keindahan tentang eropa barat yang di lukiskan dalam
novel 99 Cahaya di Langit Eropa karya Hanum Salsabila Rais semakin memupuk semangat
untuk mengunjungi dan kemudian kemudian menceritakan tentang sejarah dan
keindahan Rusia, yang selama ini mungkin belum banyak diketahui oleh masyarakat
Indonesia. Semoga saja impian itu tak hanya sekedar menjadi impian dan dapat segera
terwujud menjadi sebuah kenyataan.
NB: silahkan tinggalkan jejak di kolom komentar

Komentar
Posting Komentar