Keseruan Menjadi LO (Liasion Officer) di PIONIR IX
Keseruan Menjadi LO (Liasion Officer) di PIONIR IX
Pekan Ilmiah Seni dan Riset (PIONIR), merupakan ajang yang bertujuan untuk silaturahmi dan eksistensi di bidang olah raga,seni, dan sains bagi kampus islam negeri di seluruh Indonesia. PIONIR ke IX tahun ini diadakan di Malang tepatnya UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang merupakan kampus tempat saya menimba ilmu. Kegiatan ini berlangsung kurang lebih enam hari mulai tanggal 15-21 juli 2019 kemarin. Pada ajang ini saya berkesempatan menjadi LO (Liasion Officer) Kontingen bagi teman-teman kontingen dari STAIN Teungku Derundeng Meulaboh Aceh. Menjadi seorang LO merupakan pengalaman pertama bagi saya, bersama kurang lebih 100 orang LO kontingen lainnya kami saling bekerjasama untuk menjadi penyampai informasi atau penyambung tangan antara panitia penyelenggara kegiatan dengan peserta kontingen dari berbagai daerah di seluruh Indonesia. pada tulisan kali ini saya ingin menceritakan bagaimana keseruan selama mendampingi teman-teman dari STAIN Meulaboh. Selaku rombongan yang berasal dari luar jawa, mereka sangat antusias untuk dapat berkeliling melihat keindahan kota Malang. Hal ini langsung di utarakan pada pertemuan kami yang pertama saat menjemput mereka di Bandara Juanda Surabaya
"Kak, nanti bawa kami jalan-jalan liat barang-barang yang murah yah" kata salah seorang dari mereka dengan aksen melayu yang khas.
selanjutnya selama enam hari saya menghabiskan banyak waktu bersama mereka untuk mengunjungi tempat-tempat wisata di daerah Malang dan kab. Batu seperti Jatimpark 3, Jodipan, Tridi, Alun-Alun kota Malang dan banyak lagi tempat-tempat lain yang kami kunjungi. sembari menjadi seorang LO yang merangkap "Tour guide" saya mendapat banyak pengalaman dan pengetahuan baru dari mereka. mereka banyak menceritakan tentang budaya masyarakat aceh, tentang eksistensi penerapan hukum islam disana. Mereka tak kadang juga mengeluarkan guyonan yang menyentil
"pramugarinya aja ke aceh mendadak alim mbak, mereka dari bandara Banda Aceh jilbapan, pake lejing terus pas sampai jakarta langsung deh dibuka semua" ucap Sarah pada suatu kesempatan saat saya menemaninya berkeliling di Malang Town Square (Matos).
Namun, setiap pertemuan pasti ada perpisahan begitu pula dengan pertemuan kami. Tanggal 21 Juli 2019 pukul 16.00 Wib di depan rektorat UIN Malang saya dengan berat hati melepas kepulangan mereka. Sebelum pulang memberikan kenang-kenangan kepada saya sebagai tanda persahabatan. sebuah kenang-kenangan yang sangat berarti tentunya bagi saya, enam hari sebagai LO yang sangat berarti bagi saya.
melalui tulisan semogamemotivasi teman-teman untuk menjadi seorang LO pada acara apapun, yang perlu kita ingat adalah jangan melihat imbalannya namun lihat pengalaman yang luar biasa dari proses pendampingan menjadi seorang LO yang profesional,
sekian.

temen-temen yang mohon menitipkan komentar dan kritiknya yah
BalasHapusMantap👍LO idaman nii.. Hehehe
BalasHapuskamu juga idaman si dia kok
Hapuskwkwkwk
Hanya mau meninggalkan jejak😂
BalasHapus