Lebaran di Tanah Rantau? Tenang, Seru kok!!!


Lebaran di Tanah Rantau? Tenang, Seru kok!!!

Hasil gambar untuk lebaran


Sepertinya baru kemarin kita merayakan lebaran Idul Fitri, Gak terasa sekarang udah lebaran Idul Adha aja. Lebaran tentu merupakan momen bermakna bagi setiap orang. Karena, di hari itu biasanya semua angota keluarga bakalan berkumpul dan sudah barang tentu ibu kita akan menghidangkan hidangan spesial yang tidak biasanya di hidangkan pada hari-hari lain. Yah, kurang lebih seperti itulah gambaran lebaran dalam benak kita semua, dan tentunya akan membuat kita merindukan moment lebaran disetiap tahunnya. terlebih lagi bagi keluarga yang mempunyai ritual khusus dihari lebaran pasti rindunya bakal berlipat-lipat buat menanti datangnya lebaran. Namun, seiring berjalannya waktu dan pertambahan usia tentu membuat kita tidak selamanya bisa berada dirumah bersama orang tua atau ikut merayakan lebaran bersama mereka setiap tahunnya. Ada banyak alasan yang menyebabkan kita tidak bisa ikut berlebaran dirumah. Nah, salah satunya karena sedang menempuh pendidikan atau bahkan mungkin tempat kerja yang jauh dari rumah. Tapi guys, hal itu jangan sampai membuat kita sedih ya! Karena semua itu merupakan bagian dari pengorbanan kita bahkan mungkin bisa di golongkan juga dalam tirakat untuk mencapai kesuksesan dan tentunya mengangkat derajat kehidupan keluarga heheheh.Tapi memang perasaan sedih itu pasti ada apa lagi pas malam takbiran dan lantunan takbir menggema seantero masjid di sekitar tempat tinggal kita. kemungkinan rasanya hati ini di kepung rindu akut, yang penting jangan sampai menangis bombai ya guys kan udah pada gede, hehehe. saya pribadi yang bisa dibilang sudah sering berlebaran di tanah rantau masih sering mengalami hal semacam itu saat moment lebaran tiba. Tapi kita tidak boleh berlarut-larut oleh perasaan yang tentu dapat membuat mood kita terjun bebas ke jurang terbawah.
Sebenarnya jika kita merenungkan kembali ada banyak keseruan berlebaran di tanah rantau, yah walaupun tentunya tak sebanding dengan keseruan berlebaran di kampung halaman. Tapi setidaknya menikmati hal-hal tersebut bisa membuat kita tak berlarut-larut dengan perasaan sedih “Rindu Rumah”.
Pertama, kita bisa berkumpul dengan teman-teman yang sedaerah. Mungkin ini banyak dilakukan bagi para mahasiswa terlebih dengan adanya organisasi daerah (ORDA). Dengan kumpul bersama mereka kita bisa merasakan atmosfer “rumah” seperti merasakan masakan khas daerah kita. Yah walaupun mungkin rasanya gak senikmat masakan ibu dirumah namun setidaknya dapat mengurangi kerinduan kita pada hidangan lebaran. Selain itu kita juga dapat merasakan suasana kekeluargaan yang khas, karena biasanya anak rantau itu persaudaraannya kental banget guys. Selanjutnya jika di lingkungan masyarakat kita harus berbicara sesuai aksen masyarakat setempat, maka di lingkungan orda kita bisa melemaskan otot dengan berbicara dengan aksen daerah kita sendiri.
Kedua, kita bisa merasakan aneka hidangan khas dari daerah lain. Lebaran pasti identik dengan hidangan yang melimpah ruah dan beranekaragam. Jadi kita dapat mencicipi makanan khas daerah setempat, tentunya dengan berkunjung kerumah teman-teman kita. Menikmati beragam makanan yang mungkin sama sekali belum pernah kita cicipi atau bahkan tidak ada di daerah asal kita, merupakan sebuah keseruan tersendiri guys.
Ketiga, adrenalin lebih terlatih. Melatih adrenalin tak hanya dapat dilakukan dengan mengunjungi atau melakukan hal-hal ekstrim, tapi juga dapat dilakukan dengan berlebaran di tanah rantau. Mengapa demikian? Karena mungkin kamu akan melakukan berbagai upaya untuk menciptakan atmosfir rumah ke tempat tinggal kamu di tanah rantau. Salah satunya ialah dengan mencoba memasak masakan khas rumah. Maka ajang tanya-tanya resep melalui  Whatshap dan bereksperimen ria sendirian di dapur kos-an tak dapat terelakkan. Kemudian dapat dibayangkan bagaimana? jadinya rupa dapur kos-an akibat tangan-tangan kaku mahasiswa yang biasanya hanya memegang pulpen dan kertas.
Terakhir, karena kita pribadi yang memegang kendali atas diri kita, maka kitalah yang menentukan apakah akan tetap memringkuk di pojokan kamar untuk meratapi kerinduan, atau memilih wakeup dan melihat ada banyak hal seru juga tentunya bermanfaat diluar sana untuk dilakukan di momen lebaran ini. Salah satunya jangan lupa telpon orang tua yah.
Sekian,

Komentar

  1. Belum pernah ngalamin, tapi tetep semangat buat anak kos, karena anak gak kos juga tantangannya gak kalah banyak kok. Udah ada porsinya masing2 dari Allah lah, kiranya :)

    BalasHapus
  2. Belum pernah ngalamin, tapi tetep semangat buat anak kos, karena anak gak kos juga tantangannya gak kalah banyak kok. Udah ada porsinya masing2 dari Allah lah, kiranya :)

    BalasHapus
  3. Belum pernah ngalamin, tapi tetep semangat buat anak kos, karena anak gak kos juga tantangannya gak kalah banyak kok. Udah ada porsinya masing2 dari Allah lah, kiranya :)

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pemuda Sadar Kebudayaan Sebagai Tonggak Peradaban Bangsa

Melalui Pemindahan Ibu Kota, Mari Wujudkan Ibu Kota Baru Yang Sehat!!!

Sepenggal Harapan untuk Indonesia dengan “Ibu Kota Baru”