Melalui Pemindahan Ibu Kota, Mari Wujudkan Ibu Kota Baru Yang Sehat!!!

Melalui Pemindahan Ibu Kota, Mari Wujudkan Ibu Kota Baru Yang Sehat!!!
Oleh: Sari Atfalah
Berbicara
mengenai pembangunan sebuah kota tentu bukan hal yang mudah, semudah
membalikkan telapak tangan. Namanya juga kota, satu kata yang dalam bayangan orang
desa macam saya merupakan daerah elit penuh kemegahan dengan bangunan pencakar
langit. Seperti itulah kiranya gambaran sederhana tentang kata “Kota”. Lalu, bagaimana?
Jika yang dibahas adalah rancangan pembangunan ibu kota sebuah negara tentu akan lebih rumit dari sekedar membuat sebuah wilayah
memenuhi syarat-syarat administratif menjadi kota madya biasa. Lebih dari pada
itu, Ibu kota negara tentu harus mampu menjadi tempat yang nyaman dan ramah
terhadap siapa saja yang bernafas dan tinggal di dalamnya. Hal ini kemudian
menjadi penting, karena baik buruknya ibu kota sebuah negara mau tidak mau akan
mempengaruhi penilaian secara menyeluruh terhadap negara tersebut. Terlebih lagi
ibu kota menjadi tempat dihimpunnya
unsur administratif, yaitu eksekutif, legislatif, dan yudikatif. Maka tak dapat
dipungkiri bahwa segala kunjungan kenegaraan bangsa lain akan dipusatkan di ibu
kota pula. Selanjutnya, ibu kota negara akan menjadi garda terdepan atau pintu
gerbang kedatangan dan menjadi penentu imaje
sebuah bangsa di mata dunia.
Terlepas
dimana kemudian lokasi pemindahannya? Rancangan mengenai kondisi ibu kota baru
kedepannya juga sangat penting,. Hemat
saya pembangunan gedung-gedung pemerintahan pusat di ibu kota baru tidak lagi didominasi
oleh bangunan megah pencakar langit, karena keindahan sebuah kota tak selalu
diukur dengan banyaknya bangunan pencakar langit yang ada di dalamnya.
Sebaiknya, pihak Perencanaan Pembangunan Negara (PPN) merancang pembangunan ibu
kota yang sederhana namun tetap ilegan. Dalam hal ini maka konsep ibu kota yang
ramah lingkungan dapat menjadi pilihan, tentu gedung-gedung dibangun dengan mempertimbangkan
jumlah efek rumah kaca yang akan dihasilkann. Selanjutnya hal ini dapat menjadi
bagian dari kampanye peduli global
warming. Jika efek rumah kaca sudah dapat ditekan, maka langkah selanjutnya
adalah menekan polusi udara dari zat buangan kendaraan dengan memaksimalkan penggunaan
tranportrasi massal. Kita harus bisa mengambil contoh dari beberapa negara maju
seperti Jepang dan Kanada yang tranportasi massal mampu menjadi primadona di
hati penduduknya. Sudah menjadi rahasia umum jika Pulau Kalimantan yang digadang-gadang
menjadi lokasi pemindahan ibu kota baru merupakan wilayah yang kerap dilanda
kebakaran hutan. Kita tentu tidak ingin menambah polusi lagi, dari kendaraan
pribadi para pejabat pemerintahan yang baru pindah itu. Bahkan kedepannya
peraturan terlulis yang mewajibkan penggunaan transportasi umum bagi para
pejabat pemeritahan di jam dinas perlu untuk dibuat. Selain berdampak baik
untuk menekan polusi udara, juga dapat mencegah penumpukan kedaraan di jalanan
pada jam-jam keberangkatan dan kepulangan kerja. Tentu tidak sesuai harapan kita,
jika pemindahan ibu kota juga diikuti dengan pemindahan kemacetan dari Jakarta ke
ibu kota baru.
Setelah
membuat rancangan terhadap tatanan ibu kota baru, selanjutnya yang tak kalah
penting adalah memperhatikan pengaruh pemindahan ibu kota bagi wilayah Indonesia
yang lainnya. Walaupun lokasi pastinya sendiri masih menjadi perdebatan antara
Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur atau bahkan Kalimantan Tengah yang pasti dimanapun ibu kota baru akan dibangun, dampaknya ke seluruh
Pulau Kalimantan akan signifikan. Besar harapan
pembangunan ibu kota dapat memakmurkan bagi masyarakat Indonesia Timur,
khususnya keseluruhan Pulau Kalimantan. Hal ini sesuai dengan salah satu alasan awal pemindahan ibu kota
yaitu untuk mencapai pemerataan pembangunan di Indonesia. Dari segi pertahanan
nasional Pulau Kalimantan juga memiliki nilai plus, mengingat daerah ini
berbatasan langsung dengan negara tetangga, Malaysia. Sehinggah pemindahan ibu
kota akan berdampak baik, bagi penjagaan daerah perbatasan. Penjagaan yang
dimaksudkan adalah dalam bentuk pengembangan pembangunan infrastrukur yang
memadai. Mengingat dengan permbangunan
infrastruktur yang memadai di wilayah perbatasan, secara tidak langsung akan
membawa citra baik untuk Indonesia di mata negara seberang. Selain itu pembangunan
infrastrukur juga dapat menjadi pengobat hati bagi masyarakat perbatasan yang selama
ini masih bersahabat dengan keterbatasan.
Sejatinya
tulisan ini ialah harapan seluruh masyarakat di Indonesia baik yang berada dekat
dengan ibu kota maupun yang jauh dari ibu kota, agar bisa merasakan kemajuan
dan perkembangan dari bangsanya sendiri. Harapan untuk bersama-sama bisa tinggal
di lingkungan yang sehat dan menikmati infrastruktur yang memadai. Semoga kedepannya
harapan yang sudah lama tumbuh ini dapat segera dirasakan oelah seluruh masyarakat.
Malang, 19 agustus 2019
Excellent..
BalasHapusHem kritik ke typoan ku dong
Hapus